Q&A Belajar di 'Kampung Inggris' Pare

Banyak orang bilang, Pare atau yang dikenal dengan Kampung Inggris adalah kota kecil yang ngangenin. Saya bukan orang yang mudah percaya begitu saja 'katanya' orang. Dari niatan lama yang tertunda karena semangat saya yang sering turun, akhirnya saya bisa mewujudkan keinginan tersebut sekaligus ingin membuktikan kata orang bahwa Pare adalah tempat yang ngangenin.

Yap, akhirnya saya berangkat ke Pare setelah 2 tahun berangan-angan untuk dapat menuntut ilmu di sana. Tentu saja belajar bahasa inggris. Meskipun disana tersedia berbagai macam kursusan bahasa inggris yang mungkin sekarang sudah berkembang biak jumlahnya, saya tidak kebingungan memilih tempat kursus karena saya sudah memiliki tempat kursus tujuan, yaitu BEC (Basic English Course), jadi begitu sampai, saya langsung menuju ke sana. Selain bahasa inggris, ada juga lembaga kursus bahasa lainnya seperti Jepang, Korea, Jerman, Arab dan Prancis namun jumlahnya masih bisa dihitung jari. Jadi tujuan dari artikel ini saya bukan ingin menceritakan pengalaman, tapi lebih kepada menjawab beberapa pertanyaan dilematis sebelum memutuskan untuk kursus di Pare/ Kampung Inggris berikut :

1. Apa bedanya kursus di Pare dengan kursusan ternama di kota-kota lain?

a. Pilihan program kursus yang ditawarkan tiap lembaga lebih variatif.
Berbeda dengan lembaga kursus di kota-kota lain yang memiliki program kursus general pada  setiap levelnya, program belajar di Kampung Inggris lebih terfokus sesuai bidang yang ingin dipelajari mulai dari speaking, grammar, writing, TOEFL hingga IELTS. Jadi kalian bisa memilih lembaga kursus dengan program yang ingin kalian fokuskan. Misalnya kamu ingin jago grammar, pilihlah lembaga kursus yang menawarkan program grammar. Ingin cas cis cus pilih speaking, ingin dapat skor TOEFL tinggi pilih program TOEFL.

BTC-CTC 127 SON 

b. Waktu belajar yang lebih intens.
Waktu belajar di Kampung Inggris SETIAP HARI, bukan seminggu sekali atau dua kali seminggu sehingga kalian akan makin akrab dengan Bahasa Inggris dan mendapat banyak teman baru dari berbagai daerah. Spot oke buat narsis bareng teman-teman :D

c. Biaya kursus jauh lebih terjangkau.
Di Kampung Inggris, dengan biaya Rp 250ribu, kalian bahkan sudah bisa mengikuti program TOEFL setiap hari selama sebulan, dengan pertemuan sebanyak 2x sehari.

d. Lingkungan yang mendukung untuk mengasah skill Bahasa Inggris.
Dengan lingkungan seperti itu, kalian tidak akan dibilang 'sok inggris' atau 'sok bule' saat akan latihan atau membiasakan diri berbicara Bahasa Inggris karena kalian akan sering mendengar orang-orang yang berbicara Bahasa Inggris dalam percakapan.

The signature spot of "Kampung Inggris"


2. Biaya hidup di sana gimana?

a. Extremly Affordable! Worth the price, worth the facilities!
Gak usah bingung cari kost atau makan yang enak di sana. Dengan 250ribu- 300ribu sebulan aja kalian bisa dapat tempat kost yang nyaman (bisa include TV, Wifi, dapur, kipas/AC, lemari, kasur) dan kalian bisa pilih sekamar berdua, bertiga, berempat atau sendiri. Pastinya kalau sekamar ramai, biaya kost lebih hemat. Ada juga beberapa kursusan yang menyediakan program sepaket beserta asrama lho. Oia asrama di sana English Area, jadi kalian akan selalu berkomunikasi dengan Bahasa Inggris kalau kalian tinggal di asrama. :)

b. Harga makanan umumnya sesuai dengan kantong pelajar.
Kalau untuk makan, gak usah khawatir karena di sana tersedia banyak pilihan tempat makan dengan harga terjangkau sesuai dengan kantong anak kost-an dan pelajar. Oia kalian belum sah ke sana kalau belum cobain makanan khas Pare yaitu Pecel Tumpang yang seporsinya 4ribu saja sudah plus nasi.

3. Kalau kursus di sana menjamin bakal jago Bahasa Inggris?

Kalau untuk pertanyaan yang satu ini, balik lagi ke niat dan konsistensi belajar kalian. Dengan waktu belajar setiap hari, lingkungan yang mendukung untuk disiplin berbahasa inggris dan didukung dengan kemauan belajar yang keras, pastinya kemampuan Bahasa Inggris kalian akan meningkat bukan tidak mungkin ke tingkat fasih.

Oia, ternyata terbukti lho kalau kota itu ngangenin. Rindu suasana belajar, teman-teman baru, lingkungan, dan kuliner nya. Itulah kurang lebih beberapa pertanyaan umum yang bisa saya jawab berdasarkan pengalaman saya menimba ilmu di sana.

Kalau ada yang mau bertanya lebih lanjut, jangan ragu untuk tulis di komen ya!

Comments